PELATIHAN ADMINISTRASI ALAT TES
Sebagai sebuah alat bantu, alat-alat tes psikologi memerlukan penanganan yang khusus. Untuk itu, diperlukan tenaga terampil yang mampu menggunakan alat-alat tes tersebut dengan semestinya, khususnya dalam administrasi dan skoring. Maka, pada tanggal 16 Januari 2010, Humanika Consulting mengadakan training administrasi alat tes di Engeneering Center, Universitas Indonesia - Depok.
Training diikuti oleh 17 orang, di mana sebagian besar adalah tenaga lulusan sarjana psikologi dan masih awam dengan alat-alat tes. Training dibuka oleh managing director Humanika Consulting dan juga sebagai psikolog, Seta Wicaksana, memberikan materi seputar peran administrator dalam assessment serta sikap-sikap seorang administrator profesional. Ia juga membagi pengalamannya dalam melakukan assessment di berbagai organisasi kepada para peserta.
Antusiasme para peserta terbilang baik. Mereka tidak ragu-ragu untuk menanyakan berbagai pertanyaan seputar alat tes yang dipelajari. Peserta juga aktif bertanya bila merasa kurang jelas dalam menangkap materi skoring dan administrasi. Beberapa peserta bahkan berani mencoba kemampuannya dalam memberikan instruksi. Secara umum, peserta puas dengan jalannya pelatihan dan merasa bahwa pengetahuan mereka tentang seluk-beluk alat tes menjadi bertambah.
Dengan keberhasilan gebrakan ini di awal tahun, Humanika Consulting akan mengadakan pelatihan serupa pada bulan-bulan mendatang. Pelatihan tersebut akan dibuka untuk umum, yaitu lulusan S1 dan S2 profesi psikologi. Tidak hanya itu, Humanika juga memiliki berbagai tema training lain yang sayang untuk dilewatkan, seperti Assessment Center dan Interview For Beginners. Untuk info lebih lanjut, silakan anda pantau terus website Humanika Consulting. Jangan sampai ketinggalan!!!
Komentar Peserta :
Putri Suci, S1 Psikologi UI angkatan 2003
“Terima kasih banget buat Humanika Consulting. Ilmunya sangat berguna.”
Nabilah Mukti, S1 Psikologi UI angkatan 1998
“Ilmunya dapat. Pengajarnya juga enak. Pokoknya, pengen ikut lagi kalau materinya beda.”
|